Jumat, 07 Maret 2014

Tinggalkan Saja Dia! ;p

Meninggalkan sesuatu terkadang rasanya sungguh sangat berat. Apalagi bila “sesuatu” itu tampaknya nikmat. Tapi kalau Allah yang perintahkan, seorang muslim dan muslimah sejati akan mengatakan, “Sami’na wa atho’na. Kami dengar dan kami taat.”
Bentuknya ada tiga macam:
  • Meninggalkan perkara yang haram yang sangat mungkin ia lakukan, tetapi ia meninggalkannya karena Allah.
  • Meninggalkan perkara yang halal, tetapi ditinggalkan karena ada kemaslahatan yang besar.
  • Meninggalkan perkara yang telah digariskan oleh Allah, terpaksa ia tinggalkan, tetapi ia meninggalkannya dengan niat karena Allah.
Duhai, sungguh Allah Maha Pemurah. Bila itu ditinggalkan karena-Nya, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik lagi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu.”
(HR. Ahmad, no. 23074)
*) Referensi: http://www.firanda.com/index.php/artikel/aqidah/365-aku-meninggalkannya-karena-allah

“Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”

Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!
Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah.
Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?
Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” sahut pemuda itu.
Begitu pula orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai.
Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?
Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” pemuda itu kembali menjawab.
Begitu pula orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai.
Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?
Tidak, demi Allah, wahai Rasul!
Begitu pula orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai.
Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?
Tidak, demi Allah, wahai Rasul!
Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.
Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?
Tidak, demi Allah, wahai Rasul!
Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.
Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina.
*) Lihat hadits riwayat Ahmad, no. 22211; sanadnya dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.

Rabu, 11 Desember 2013

KUDUS, 1 DESEMBER 2013

Agak telat ng.uploadnya saya..

Sekedar jadi referensi saja ya, kawan

Berikut saya ingin menuturkan tentang HIV/AIDS
-->
HUMAN
IMMUNODEFICIENCY
VIRUS
Virus yang merusak sistem kekebalan tubuh

AQUIRED
IMMUNE
DEFICIENCY
SYNDROME
Kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.

Perjalanan Virus HIV di dalam tubuh

Tertular HIV (0) --> Periode Jendela (1-6 bulan) --> HIV Positif (3-10 tahun) --> AIDS (1-2 tahun)

Periode Jendela :
Masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh manusia sampai terbentuknya antibodi terhadap HIV atau disebut juga HIV+, rata-rata diperlukan waktu 2-12 minggu.

HIV dapat hidup dan menular
- Darah
- Cairan Vagina
- Cairan mani (bukan sperma)
-ASI

Cara Penularan Virus HIV
*Dari ibu HIV+ kepada bayi melalui ASI
*Dari ibu HIV+ kepada bayi lewat persalinan
*Hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa kondom
*Penggunaan jarum suntik bergantian

Perilaku Yang Tidak Menularkan HIV
^Berenang/mandi bersama
^Menggunakan toilet atau alat mandi bersama
^Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama
^Bersalaman dan berpelukan
^Digigit nyamuk/serangga
^Bekerja bersama dengan orang HIV+

Mengenai pengetahuan yang telah diketahui, 1 Desember 2013 lalu, dengan semangat ingin memperkenalkan virus tersebut kepada khalayak. Team peduli HIV dari golongan relawan, mahasiswa, sampai pelajar berbondong-bondong memberikan seutas memori tentang virus mematikan tersebut. Berharap, penyandang HIV/AIDS di Kudus tidak semakin membludak.

Berikut cuplikan fotonya














Photograph: Desiya N.M

Selasa, 03 Desember 2013

Balada Pelajar vs Ilmu

-) Dari Pelajar berkata
"Aku sudah kenyang, ilmu..."
*) Sampai Ilmu mengangguk
"Jikalau engkau telah kenyang, mengapa kau masih memburu, memasak, lalu memakannya? Bukankah kau serakah?"

-) Elak Pelajar
"Itu suatu tuntutan, Ilmu... 12 tahun kata pemerintah wajib belajar, kok.."
*) Bosan jawab
"Dasar serakah"

-) Gerutu Pelajar
"Mana bisa serakah?? Bukankah banyak ilmu berarti membuka pintu kesuksesan?"
*) Timpal Ilmu
"Ya, kalau ilmu itu diamalkan, kalau habis buang bagaimana? Serebrum kalian kan terbatas?"

-) Bingung Pelajar
"Ya...ya.. Kami mencoba mengingatnya paling tidak kami pernah belajarlah dan dari belajar kami berharap kamu bisa tetap melekat meskipun tidak semuanya
*) Frontal Ilmu
"Dasar payah"

-) Gelagap pelajar
"paa..payah gimana? Aku yakin denganmu aku bisa terarah. Menggapai masa depan sesuai dengan ilmu yang ku punya. Dan.. Terserah kamu mengatakan aku serakah ilmu. Lebih baik aku di bilang serakah daripada kudet ilmu"
*) Sengit Ilmu
"ya silahkan.. Selamat mengejarku. Karena aku akan terus mengerjaimu" :p

[IR]

Senin, 25 November 2013

Sebuah Kisah, Sebuah Cerita "KOMPAS"


Bisa dibilang ini album foto kita kawan. Jangan dilihat hasilnya jelek atau bagusnya, tetapi lihatlah dalam Sebuah Kisah, dan bacalah dalam Sebuah Cerita akan makna kekeluargaan KOMPAS. :)

Senin, 18 November 2013

KISAH INSPIRATIF

Cerpen ini sengaja saya buat bagi para pencinta Rasulullah SAW.  Insyaallah kita bisa mengambil hikmahnya. Selamat membaca :)




 
BISIKAN DARI SURGA
Ichda Rachmawati 


            "Apa kamu ndak mikir Salma? selama ini umi selalu ada buat kamu, meskipun kita ini orang susah, tapi ingat kita masih punya harga diri. Dimana harga dirimu selama ini, Salma " Suara Umi yang lembut seketika berubah menjadi sangat marah ketika melihat Salma pulang membawa sebuah keranjang.
"Umi kecewa sama kamu, Salma" Umi duduk dan mengusap air matanya yang jatuh di pelupuk mata. Salma duduk di samping umi nya dengan kepala tertunduk. Salma tak berani berbicara karena Salma tahu umi nya itu pasti akan melanjutkan bicaranya. Ternyata benar setelah bebrapa menit terdiam umi nya melanjutkan bicara yang tadi
"Salma, lihat mata umi. Apa salah umi ? Umi tahu umi tidak bisa mencukupi kebutuhanmu seperti dulu, karena Abi. Kamu tahu sendiri kan Abi mu itu pekerjaan nya cuma sopir. Abi dan Umi cuma ingin melihat kamu sukses sayang. Ndak seperti ini." Umi menutup pembicaraan nya.
"Umi, bolehkah Salma berbicara?" Salma memberanikan membuka mulutnya. Tetapi Umi pergi dan tak memberikan kesempatan Salma untuk berbicara.
 "Umi.. Salma mana ? suruh dia keluar dan sarapan bersama" suara Abi lembut kepada umi.
"Iya Abi".. Umi melangkah menuju kamar Salma sambil membawa sebuah gelas.. Perasaan umi hari ini resah. Entah apa yang menghinggapi pikirannya. Sesampainya di depan pintu kamar Salma. Tiba-tiba gelas yang dipegang Umi, terjatuh dan pecah.
"Masyaallah.. Ada apa ini.." suara umi sedikit cemas. Abi yang mendengar suara pecahan itu cepat-cepat menyusul umi.
"Umi..umi kenapa?" Umi tak menjawab , beliau langsung mengetuk pintu kamar Salma.
"Salma...buka pintunya..!!" suara umi khawatir . setelah gerendel pintu dipegang umi, pintu terbuka. Dan Umi takjud melihat kamar anak gadisnya itu. Abi melihat Salma tertidur di ranjangnya.
Abi menghampiri
"Umi.. coba sini, ini Salma masih tidur".
"baik Abi".. Umi membangunkan Salma.. Tapi tetap saja Salma tak mau bangun..
"Abi.. Salma ndak mau bangun, badannya lemas.." Umi menjelaskan kepada Abi.. Abi memegang tangan Salma dan mendapati nadinya sudah tidak berdenyut lagi..
"innalillahiwainnailaihi rajiun".. Suara abi lemas.
 "Abi.. abi ngomong apa ?? Salma itu cuma tidur kok.. Salma bangun sayang, ini Umi. Ayo kita sarapan. Umi sudah masakin kamu nasi goreng sama telur ceplok setengah matang. Salma bangun .. Indah sudah nungguin kamu tuh didepan. Kamu kan harus sekolah."
Indah masuk ke kamar Salma, dan menangis ketika melihat sahabatnya sudah tidak bernyawa lagi.
            "Umi .. Abi..." Suara Indah memecahkan keheningan di ruang tamu, dimana disitu ada ayah bunda , dan umi abinya Salma..
"Umi .. Abi.. Saya harus menceritakan ini semua, sebelum Salma berpulang ke Rahmatullah, Salma banyak cerita pada saya.".
"oh iya silahkan dek indah cerita" suara Abi salma semangat mendengarnya, berbeda dengan umi nya yang masih kaku dan belum bisa diajak bicara.
 "begini umi abi.. ayah bunda... Sebenarnya Salma itu anak yang istimewa. Dia mengidolakan Rosulullah. Umi ingat ketika umi memarahi Salma karena dia berjualan di pinggir jalan membawa keranjang ? Sebenarnya Salma bukan mau meminta-minta. Tapi Salma mau menjual figura dari kerang yang tulisannya "Muhammad" dan "Allah". Salma sengaja diam ketika umi memarahi dia. Karena saking patuhnya Salma kepada umi. Dia tidak mau lancang sama umi. Abi ingat ketika abi mengantar Salma dan saya ke perempatan gang ? Disitu Salma dan saya bukan mau nongkrong . Tapi kami mau mencari kulit kerang untuk dijadikan hiasan. Ayah dan Bunda ingat ketika Indah membuka jilbab indah karena saking panasnya didalam, dan bunda tanya kepada Salma kenapa tidak membuka jilbab juga ? karena Salma tidak ingin mengecewakan Rosulullah dengan membuka jilbabnya itu. Salma sangat rindu akan hadirnya Rosulullah. Hingga suatu hari tepatnya 3hari sebelum almarhumah pergi, ia bermimpi dan mimpi itu menurutnya bisikkan dari Allah, yang mengisyaratkan dia akan segera bertemu dengan Allah. Subhanallah betapa bahagianya Salma ketika itu, wajahnya selalu mengembangkan senyum. Dia juga sudah punya firasat kalau dia akan pergi untuk selama-lamanya. Dan perlu semuanya tahu Salma mengidolakan Rosulullah tetapi tidak terbuka, karena baginya tak perlu mengumbarkan apa yang sudah ia hasilkan selama ini untuk Rosul. Coba lihat kamarnya Salma. Umi dan Abi baru tahu kan ? Umi dan Abi dilarang kan masuk kamarnya? sekarang sudah waktunya abi dan umi tahu semuanya. Lihat buku harian salma. Karya-karya Salma. Disitu lah Salma sebenarnya. Insyaallah, Salma meninggal dalam keadaan khusnul khotimah umi, abah. Jadi ndak perlu merasa sedih . Abah dan umi ingat kan ketika Salma meninggal wajahnya tampak berseri-seri, karena disana juga Salma insyaallah tersenyum bahagia karena sudah bertemu dengan Rosulullah. Umi... yang Salma butuhkan sekarang adalah doa dari kita semua bukan tangisan." Indah berbicara panjang lebar , tanpa disadari wajahnya penuh air mata, namun disitu terpancar senyum yang sangat sumringah karena sahabatnya itu sudah bisa mewujudkan impiannya. (Bertemu dengan Rosulullah). Umi dan Abi Salma saling berpandangan dan menyunggingkan senyum.
"ternyata kita ndak salah mendidik anak gadis kita, Abi" senyum umi mengembang dan memeluk Abi.