"Apa kamu ndak mikir Salma?
selama ini umi selalu ada buat kamu, meskipun kita ini orang susah, tapi ingat
kita masih punya harga diri. Dimana harga dirimu selama ini, Salma " Suara
Umi yang lembut seketika berubah menjadi sangat marah ketika melihat Salma
pulang membawa sebuah keranjang.
"Umi kecewa sama kamu,
Salma" Umi duduk dan mengusap air matanya yang jatuh di pelupuk mata.
Salma duduk di samping umi nya dengan kepala tertunduk. Salma tak berani
berbicara karena Salma tahu umi nya itu pasti akan melanjutkan bicaranya.
Ternyata benar setelah bebrapa menit terdiam umi nya melanjutkan bicara yang
tadi
"Salma, lihat mata
umi. Apa salah umi ? Umi tahu umi tidak bisa mencukupi kebutuhanmu seperti
dulu, karena Abi. Kamu tahu sendiri kan Abi mu itu pekerjaan nya cuma sopir.
Abi dan Umi cuma ingin melihat kamu sukses sayang. Ndak seperti ini." Umi
menutup pembicaraan nya.
"Umi, bolehkah Salma
berbicara?" Salma memberanikan membuka mulutnya. Tetapi Umi pergi dan tak
memberikan kesempatan Salma untuk berbicara.
"Umi.. Salma
mana ? suruh dia keluar dan sarapan bersama" suara Abi lembut kepada umi.
"Iya Abi".. Umi
melangkah menuju kamar Salma sambil membawa sebuah gelas.. Perasaan umi hari
ini resah. Entah apa yang menghinggapi pikirannya. Sesampainya di depan pintu
kamar Salma. Tiba-tiba gelas yang dipegang Umi, terjatuh dan pecah.
"Masyaallah.. Ada apa
ini.." suara umi sedikit cemas. Abi yang mendengar suara pecahan itu
cepat-cepat menyusul umi.
"Umi..umi
kenapa?" Umi tak menjawab , beliau langsung mengetuk pintu kamar Salma.
"Salma...buka
pintunya..!!" suara umi khawatir . setelah gerendel pintu dipegang umi,
pintu terbuka. Dan Umi takjud melihat kamar anak gadisnya itu. Abi melihat
Salma tertidur di ranjangnya.
Abi menghampiri
"Umi.. coba sini, ini
Salma masih tidur".
"baik
Abi".. Umi membangunkan Salma.. Tapi tetap saja Salma tak mau bangun..
"Abi..
Salma ndak mau bangun, badannya lemas.." Umi menjelaskan kepada Abi.. Abi memegang
tangan Salma dan mendapati nadinya sudah tidak berdenyut lagi..
"innalillahiwainnailaihi
rajiun".. Suara abi lemas.
"Abi.. abi ngomong apa ?? Salma itu cuma
tidur kok.. Salma bangun sayang, ini Umi. Ayo kita sarapan. Umi sudah masakin
kamu nasi goreng sama telur ceplok setengah matang. Salma bangun .. Indah sudah
nungguin kamu tuh didepan. Kamu kan harus sekolah."
Indah
masuk ke kamar Salma, dan menangis ketika melihat sahabatnya sudah tidak
bernyawa lagi.
"Umi .. Abi..." Suara Indah
memecahkan keheningan di ruang tamu, dimana disitu ada ayah bunda , dan umi
abinya Salma..
"Umi .. Abi.. Saya
harus menceritakan ini semua, sebelum Salma berpulang ke Rahmatullah, Salma
banyak cerita pada saya.".
"oh iya silahkan dek
indah cerita" suara Abi salma semangat mendengarnya, berbeda dengan umi
nya yang masih kaku dan belum bisa diajak bicara.
"begini umi abi.. ayah bunda...
Sebenarnya Salma itu anak yang istimewa. Dia mengidolakan Rosulullah. Umi ingat
ketika umi memarahi Salma karena dia berjualan di pinggir jalan membawa
keranjang ? Sebenarnya Salma bukan mau meminta-minta. Tapi Salma mau menjual
figura dari kerang yang tulisannya "Muhammad" dan "Allah".
Salma sengaja diam ketika umi memarahi dia. Karena saking patuhnya Salma kepada
umi. Dia tidak mau lancang sama umi. Abi ingat ketika abi mengantar Salma dan
saya ke perempatan gang ? Disitu Salma dan saya bukan mau nongkrong . Tapi kami
mau mencari kulit kerang untuk dijadikan hiasan. Ayah dan Bunda ingat ketika
Indah membuka jilbab indah karena saking panasnya didalam, dan bunda tanya
kepada Salma kenapa tidak membuka jilbab juga ? karena Salma tidak ingin
mengecewakan Rosulullah dengan membuka jilbabnya itu. Salma sangat rindu akan
hadirnya Rosulullah. Hingga suatu hari tepatnya 3hari sebelum almarhumah pergi,
ia bermimpi dan mimpi itu menurutnya bisikkan dari Allah, yang mengisyaratkan
dia akan segera bertemu dengan Allah. Subhanallah betapa bahagianya Salma
ketika itu, wajahnya selalu mengembangkan senyum. Dia juga sudah punya firasat
kalau dia akan pergi untuk selama-lamanya. Dan perlu semuanya tahu Salma
mengidolakan Rosulullah tetapi tidak terbuka, karena baginya tak perlu
mengumbarkan apa yang sudah ia hasilkan selama ini untuk Rosul. Coba lihat
kamarnya Salma. Umi dan Abi baru tahu kan ? Umi dan Abi dilarang kan masuk
kamarnya? sekarang sudah waktunya abi dan umi tahu semuanya. Lihat buku harian
salma. Karya-karya Salma. Disitu lah Salma sebenarnya. Insyaallah, Salma
meninggal dalam keadaan khusnul khotimah umi, abah. Jadi ndak perlu merasa
sedih . Abah dan umi ingat kan ketika Salma meninggal wajahnya tampak berseri-seri,
karena disana juga Salma insyaallah tersenyum bahagia karena sudah bertemu
dengan Rosulullah. Umi... yang Salma butuhkan sekarang adalah doa dari kita
semua bukan tangisan." Indah berbicara panjang lebar , tanpa disadari wajahnya
penuh air mata, namun disitu terpancar senyum yang sangat sumringah karena
sahabatnya itu sudah bisa mewujudkan impiannya. (Bertemu dengan Rosulullah).
Umi dan Abi Salma saling berpandangan dan menyunggingkan senyum.
"ternyata kita ndak
salah mendidik anak gadis kita, Abi" senyum umi mengembang dan memeluk
Abi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar