Senin, 18 November 2013

KISAH INSPIRATIF

Cerpen ini sengaja saya buat bagi para pencinta Rasulullah SAW.  Insyaallah kita bisa mengambil hikmahnya. Selamat membaca :)




 
BISIKAN DARI SURGA
Ichda Rachmawati 


            "Apa kamu ndak mikir Salma? selama ini umi selalu ada buat kamu, meskipun kita ini orang susah, tapi ingat kita masih punya harga diri. Dimana harga dirimu selama ini, Salma " Suara Umi yang lembut seketika berubah menjadi sangat marah ketika melihat Salma pulang membawa sebuah keranjang.
"Umi kecewa sama kamu, Salma" Umi duduk dan mengusap air matanya yang jatuh di pelupuk mata. Salma duduk di samping umi nya dengan kepala tertunduk. Salma tak berani berbicara karena Salma tahu umi nya itu pasti akan melanjutkan bicaranya. Ternyata benar setelah bebrapa menit terdiam umi nya melanjutkan bicara yang tadi
"Salma, lihat mata umi. Apa salah umi ? Umi tahu umi tidak bisa mencukupi kebutuhanmu seperti dulu, karena Abi. Kamu tahu sendiri kan Abi mu itu pekerjaan nya cuma sopir. Abi dan Umi cuma ingin melihat kamu sukses sayang. Ndak seperti ini." Umi menutup pembicaraan nya.
"Umi, bolehkah Salma berbicara?" Salma memberanikan membuka mulutnya. Tetapi Umi pergi dan tak memberikan kesempatan Salma untuk berbicara.
 "Umi.. Salma mana ? suruh dia keluar dan sarapan bersama" suara Abi lembut kepada umi.
"Iya Abi".. Umi melangkah menuju kamar Salma sambil membawa sebuah gelas.. Perasaan umi hari ini resah. Entah apa yang menghinggapi pikirannya. Sesampainya di depan pintu kamar Salma. Tiba-tiba gelas yang dipegang Umi, terjatuh dan pecah.
"Masyaallah.. Ada apa ini.." suara umi sedikit cemas. Abi yang mendengar suara pecahan itu cepat-cepat menyusul umi.
"Umi..umi kenapa?" Umi tak menjawab , beliau langsung mengetuk pintu kamar Salma.
"Salma...buka pintunya..!!" suara umi khawatir . setelah gerendel pintu dipegang umi, pintu terbuka. Dan Umi takjud melihat kamar anak gadisnya itu. Abi melihat Salma tertidur di ranjangnya.
Abi menghampiri
"Umi.. coba sini, ini Salma masih tidur".
"baik Abi".. Umi membangunkan Salma.. Tapi tetap saja Salma tak mau bangun..
"Abi.. Salma ndak mau bangun, badannya lemas.." Umi menjelaskan kepada Abi.. Abi memegang tangan Salma dan mendapati nadinya sudah tidak berdenyut lagi..
"innalillahiwainnailaihi rajiun".. Suara abi lemas.
 "Abi.. abi ngomong apa ?? Salma itu cuma tidur kok.. Salma bangun sayang, ini Umi. Ayo kita sarapan. Umi sudah masakin kamu nasi goreng sama telur ceplok setengah matang. Salma bangun .. Indah sudah nungguin kamu tuh didepan. Kamu kan harus sekolah."
Indah masuk ke kamar Salma, dan menangis ketika melihat sahabatnya sudah tidak bernyawa lagi.
            "Umi .. Abi..." Suara Indah memecahkan keheningan di ruang tamu, dimana disitu ada ayah bunda , dan umi abinya Salma..
"Umi .. Abi.. Saya harus menceritakan ini semua, sebelum Salma berpulang ke Rahmatullah, Salma banyak cerita pada saya.".
"oh iya silahkan dek indah cerita" suara Abi salma semangat mendengarnya, berbeda dengan umi nya yang masih kaku dan belum bisa diajak bicara.
 "begini umi abi.. ayah bunda... Sebenarnya Salma itu anak yang istimewa. Dia mengidolakan Rosulullah. Umi ingat ketika umi memarahi Salma karena dia berjualan di pinggir jalan membawa keranjang ? Sebenarnya Salma bukan mau meminta-minta. Tapi Salma mau menjual figura dari kerang yang tulisannya "Muhammad" dan "Allah". Salma sengaja diam ketika umi memarahi dia. Karena saking patuhnya Salma kepada umi. Dia tidak mau lancang sama umi. Abi ingat ketika abi mengantar Salma dan saya ke perempatan gang ? Disitu Salma dan saya bukan mau nongkrong . Tapi kami mau mencari kulit kerang untuk dijadikan hiasan. Ayah dan Bunda ingat ketika Indah membuka jilbab indah karena saking panasnya didalam, dan bunda tanya kepada Salma kenapa tidak membuka jilbab juga ? karena Salma tidak ingin mengecewakan Rosulullah dengan membuka jilbabnya itu. Salma sangat rindu akan hadirnya Rosulullah. Hingga suatu hari tepatnya 3hari sebelum almarhumah pergi, ia bermimpi dan mimpi itu menurutnya bisikkan dari Allah, yang mengisyaratkan dia akan segera bertemu dengan Allah. Subhanallah betapa bahagianya Salma ketika itu, wajahnya selalu mengembangkan senyum. Dia juga sudah punya firasat kalau dia akan pergi untuk selama-lamanya. Dan perlu semuanya tahu Salma mengidolakan Rosulullah tetapi tidak terbuka, karena baginya tak perlu mengumbarkan apa yang sudah ia hasilkan selama ini untuk Rosul. Coba lihat kamarnya Salma. Umi dan Abi baru tahu kan ? Umi dan Abi dilarang kan masuk kamarnya? sekarang sudah waktunya abi dan umi tahu semuanya. Lihat buku harian salma. Karya-karya Salma. Disitu lah Salma sebenarnya. Insyaallah, Salma meninggal dalam keadaan khusnul khotimah umi, abah. Jadi ndak perlu merasa sedih . Abah dan umi ingat kan ketika Salma meninggal wajahnya tampak berseri-seri, karena disana juga Salma insyaallah tersenyum bahagia karena sudah bertemu dengan Rosulullah. Umi... yang Salma butuhkan sekarang adalah doa dari kita semua bukan tangisan." Indah berbicara panjang lebar , tanpa disadari wajahnya penuh air mata, namun disitu terpancar senyum yang sangat sumringah karena sahabatnya itu sudah bisa mewujudkan impiannya. (Bertemu dengan Rosulullah). Umi dan Abi Salma saling berpandangan dan menyunggingkan senyum.
"ternyata kita ndak salah mendidik anak gadis kita, Abi" senyum umi mengembang dan memeluk Abi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar